Juli tahun lalu,aku
teringat pertemuan suatu perempuan. Bintang yang berkilau yang menggantung di
langit biru. Dengan pita merah jambu yang senantiasa menemani kepalanya,Dia
berjalan menyusuri labirin hingga membuatku terlena karena terpesona.Secuil
alasanlah yang mempertemukan kita dalam suatu ruangan. Sedikit perkenalan dan
kemudian kau jajal pertanyaan penuh mengapa. Terutama tentang kekosongan
masing-masing, mungkin.
Aku terhimpit dalam
nostalgia yang abadi. Secangkir kopi buatan malam menggambarkan kita,aku pahitnya dan kau
manisnya.Meneguknya hingga puas,dan kau sisakan ampas; tak berbekas.
Aku selalu ingin
bersahabat dengan masa lalu,duduk berdua membahas ketidakrelaan yang tidak
nyata yang mungkin paling nyata yang pernah aku nyatakan.
Hampir setahun kita
saling membisu dalam keramaian,mengumpul ragu untuk saling menjauhi,dan
bertegur harap dalam kesendirian. Di kepalaku wajahmu telah terukir dan menjadi
prasasti,merusaknya hanya akan menghancurkan mimpi.Walau sebatas angan namun
itu satu-satunya cara merangkulmu dari kejauhan.Sebab memilikimu aku takkan
bisa.
Menenggelamkan rasa
Perih terasah
Hingga terkapar menahan
sesak merata
Padahal aku ingin
menjamahmu seperti langit malam. Bertaburan bintang di atasnya,tetap kaulah
satu-satunya. Kisah kita tinggallah bualan. Kebohongan paling nyata untuk
dikisahkan. Aku benar-benar ingin bersahabat dengan kenangan,seperti bubuk kopi
yang tak sadar telah menyatu dengan air. Aroma yang menenangkan degub jantung
akan amarah yang menggelora.
Bahagialah seisi
harimu,kelak aku akan mendatangimu mengetuk pintu yang tertutup. Satu hal yang
aku takutkan,bahwa kelak kau tahu siapa yang paling mencintaimu. Sayatan
terkeji akan merobekmu,luka terperih akan membawamu dalam tangisan dan
menyadarkanmu dari kenyataan yang tak terelakkan.
Terima kasih atas hadirmu
yang telah menyinari langit keemasan
Aku siap tertawa di atas
penyesalan dari cinta yang telah mati.



suka puisi tapi gk bisa baca nya gan... but nice
BalasHapusgk bisa baca ? lihat saja kedua bola mataku,disana kau akan melihat keindahan puisi tanpa perlu membacanya..
HapusKeren tawwa
BalasHapustidak !! ke-kerenan hanya milik Allah..
HapusBerikutnya bikin puisi judulnya move on sob biar pas hehe..
BalasHapusApa, ga bisa move on?? Tapi cewe cantik banyak sob yg baik jg banyak..
Apa, maunya sama cewe kayak si mantan itu?? Waduh sob ga usah cari yg sama emang mau nanti kejadiannya sama juga..
Hehe...
mending bikin move on judulnya puisi
HapusSuka puisi~ apalagi yg nyentuh. Bdw, itu terinspirasi daeri mana bro ?
BalasHapusterinspirasi dari kepergiannya yang menyisakan luka di dada kiriku :)
Hapusah, ini curhat ya
BalasHapusapa ini termasuk gagal move on atau memang hanya ingin mengenang masa lalu sambil berharap si dia sadar
saya suka puisinya, eh ini puisi kan?
penggunaan kata untuk majasnya pas jadinya nggak terlalu berlebihan.
ini isi hati bro...cuma mau mengenang bro,kalo berharap kayaknya bisa ya bisa tidak..au ah gelap
Hapus"seperti kopi yang tak sadar menyatu dengan air", dalam juga filosofinya..
BalasHapusjuli tahun lalu, menyimpan perasaan kepada seorang wanita. tapi pada akhirnya, cuma bisa galau..
apakah ini hanya fiktif belaka? atau merupakan relaita? hanya penulis blog yang tahu..
yaa itulah cinta,dengan sejuta karunianya dan beribu pedihnya...
Hapushaha..kayaknya ini realita mas
kalo boleh tau titrasi disosiasi itu apa bro?
BalasHapussuka sama diksinya meskipun ada beberapa kata yang ambigu dan susah diterjemahinnya, hehehe tapi setiap tulisan yang mengandung sastra i like it..
Kok gue ngerasa ini terlau Wira banget ya? Mulai dari judul blog, kata demi kata, hyperlink warna kuning di setiap kata yang nampol.
BalasHapusYa, terlepas dari itu semua, gue suka sama kata-katanya.
Saran aja sih, harus punya karakter yang bener-bener "gue banget". Mungkin bukan cuma gue aja yang ngerasa blog ini kayak blognya Wira.
Tetep nulis dan semangat bro!
ane terima sarannya bro,ane juga ngerasa post ini terlalu Wira...ini juga lagi nyari jati diri bro haha
HapusTitrasi disosiasi? Baru tau kalimat ini, terus artinya apa ya?
BalasHapusPilihan katanya menurutku bagus tapi gimana ya, puitis banget gitu. Aku aja gak bisa bikin karya kayak gini.
waduh gagak move on nih ceritanya haha
BalasHapusBtw gue gitu paham tulisan puitis sih hehe soalnya gue orangnya to the point kalo ngomong
Wow, sangat puitis...
BalasHapusDari judulnya "Titrasi" saya kira ada hubungannya dengan kimia, ternyata itu puisi, puisinya bagus...
Ah... kok mirip dengan yang aku alami :'(
BalasHapuskeren ini ceritanya, ini cerita kan ya? sangat menyentuh sekali...
btw, tp hidup ini kan harus tetap kita jalani... walaupun tidak sesuai dengan keinginan kita...
toh pastinya yg diatas akan memberikan yg terbaik untuk kita... :)
kebetulan bnget bro bisa sama..jangan-jangan itu ceritanya tentang kita berdua bro haha
HapusNyentuh banget kata-katanya, dan bagus lah pokoknya
BalasHapusTapi kok isinya kegalauan banget ya :D Ini sekedar mengenang apa gagal move on kak? :D
yaa seperti itulah antara mengenang dan gagal move on
HapusAduh mas, nyentuh banget kata-katanya, mau dong mas disentuh pake kata-kata juga. *apaan
BalasHapusDan ketika kau tau siapa yang paling mencintaimu, datanglah kembali kepadaku, karena tentu saja, orang itu adalah aku :')
Bukan mau jatohin semangat lu ya, tapi biasanya wanita yg tidak membalas cinta kita itu nantinya tidak akan menyesali hal itu sedikit pun...mengapa? Karena wanita jalan pikirannya berbeda sama pria. Beda halnya kalo lu pernah jadian ma dia dan dia pernah mencintai lu...tapi kalo cuma cinta sepihak doank sih, gua saranin mending lu move on aja. Hari di mana dia menyesali apa yg tidak pernah ia rasakan itu tidak akan pernah datang...
BalasHapus