Inilah sebuah perjalanan, nikmatilah semuanya. Jatuhlah dan sambutlah semua rasa

Kamis, 12 Oktober 2017

Kurasa Kita Bertemu Lagi di Alun-alun Kota Sore Itu

Sore yang ranum,matahari dengan sisa sisa cahanya hari itu serta pikiranku yang semakin penuh tentangmu. Atas nama hati yang telah kau curi sejak pertama kali senyummu melintas, namamu terus saja berlarian kesana kemari di ruang penasaranku. Entah kenapa begitu hebatnya kau menghadiahkan mendung kepada hujan dan kau beri pelangi setelahnya lalu menghilang,berbekas.
Kurasa kita bertemu lagi di alun-alun kota sore itu. Selalu saja kuhitung setiap langkahmu kehadapku. Langkah pertama kau begitu cantik walau tanpa gelang,cincin dan anting-anting. Langkah kedua kau masih saja cantik meski kau tak tahu itu. Dan langkah –langkah selanjutnya masih tetap begitu,ah..kau selalu saja seperti itu. Semakin dekat dan semakin aku merasa ada tremor dakam batinku. Sampai kau tiba dihadapanku
“Hey..” katamu sembari menyebut namaku.
Terasa seperti ditampar halus,kemudian kau lepaskan senyummu dan aku terjebak di alam nyatamu. Ya..senyum yang sama saat pertama kali kulihat pagi hari itu,yang selalu ku lamunkan dan selalu ingin ku jaga tetap merekah.
Seperti pertemuan yang lalu-lalu,masih tetap saja kaku kutanya kabarmu,kuliahmu sampai judul drakor yang baru saja kau tonton. Masih saja kau jawab dengan singkat dengan nada bicaramu yang khas serta lesung pipit di wajahmu. Itu saja kemudian membisu diantara percakapan orang lain atau mungkin kau berkata padaku tapi nalarku saja yang belum mampu menangkapnya. Entahlah..
Kemudian kau beranjak dari kursi dan pulang dengan mengucap kata sampai ketemu lagi. Aku terdiam mematung mendengarnya dan seketika aku merasa dibangunkan dari lamunan indahku tentangmu.
Hari-hari selanjutnya kuhabiskan di alun-alun kota itu sembari menyeruput kopi yang kembali terasa pahit tanpa senyummu setelah temu sore itu. Kutatap terus meja yang kemarin kau duduki,berharap aku bisa melihat aku dan kau duduk berdua berhadapan,aku meminum kopiku dan kau menuangkan senyumanmu dihadapanku. Jika saja itu benar adanya mungkin gula tidak perlu ada lagi di dunia ini.

Kopiku terasa pahit tanpa senyummu sejak pertemuan sore itu
 Kurasa kita bertemu lagi di alun-alun kota sore itu..                                                                                     

*fad*


Author

Foto saya
Tangerang Selatan, Indonesia

Copyright © Perjalanan Rasa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com