Inilah sebuah perjalanan, nikmatilah semuanya. Jatuhlah dan sambutlah semua rasa

Rabu, 16 September 2015

Ketika Bulan Tak Bernyanyi



Ketika bulan tak lagi bernyanyi
Kita jilati awan dimalam rindu
Bunga-bunga tertunduk lesu
Sebab cahayamu tertinggal malam kemarin
Sehabis senyummu mengecup kembali
Pada setiap buih di lepas pantai

Ketika bulan tak lagi bernyanyi
Mendadak aku ingin pulang
Sekedar untuk menjenguk malam musim gugur
dan bercerita
Tentang sepasang camar kehilangan sarang

Ketika bulan tak lagi bernyanyi
Biarkan angin berhembus
Memburu gelagak cinta
Hingga ia kembali memandangmu
Dari sebuah jendela di laut utara

Ketika bulan tak lagi bernyanyi
Masih ada bintang yang berpuisi



 Maros, 30 Agustus 2015

Senin, 07 September 2015

Kenapa Milih Blog Personal ?



Selamat malam para blogger,beserta hadirmu yang membuat hatiku semakin geger (itu hati atau lemper ?).Langsung saja kali ini saya tidak akan membahas tentang pahitnya rindu. tapi sekarang Saya akan membahas hal-hal yang berbau “kenapa”. Mungkin dari kalian tidak ada yang bertanya Kenapa sih saya memilih blog personal  bukan blog download,blog por** atau blog apalah,dalam postingan kali ini saya akan menjawabnya dengan cepat,tepat,dan tidak jelas.

Sebenarnya ada beberapa alasan saya memilih blog personal,yang saya akan jabarkan satu persatu

1.Karena lagi hobi nulis kayak nulis puisi makanya lebih milih jadi personal.
2.Karena saya hanya tahu menulis jadi nggak bisa buat blog jual beli, blog tentang makan, blog fotografi dan blog-blog lainnya.
3.Awalnya ngeblog cuma ikut-ikutan teman,tapi setelah beberapa kali nge-post ternyata               nge-blog juga asyik dan akhirnya ketagihan.
4.Supaya bisa terkenal,bisa masuk tipi.Bisa diundang di acara-acara kayak “Reporta** Investigasi” :v
5. Karena spongebob warnanya kuning,saya suka warna ijo  :v


Alasan saya milih gabung ke Blogger Energy.

1. Ingin mengenal para blogger lainnya.Terutama blogger cewek,kali aja bisa dapat kenalan          cewek sesama blogger.
2.Ingin mempublikasikan blog ini ke blogger lainnya.(Ya siapa tau setelah gabung blog ini bisa    jadi  ramai pembaca.)

Itu saja tadi alasan-alasan saya.Sebenarnya masih banyak yang mau saya sampaikan,tapi karena sudah tidak ada lagi yang mau saya sampaikan jadinya tidak ada lagi yang mau saya sampaikan.
Mohon maaf jika ada pembaca yang jadi gila setelah membaca postingan saya ini,karena sebenarnya niat saya tidak ingin menjadikan anda gila tapi saya hanya ingin menjadikan anda gila(woy apaan tuu) .Dan semoga saya bisa diterima gabung di blogger energy.Terima kasih dan berbahagialah dalam derai air mata.


Photobucket







               

Jumat, 21 Agustus 2015

Ku kira Hujan


Ku kira kau hujan
Penuh dengan tetesan air yang melingkar
Yang selalu membasahi bumi
Dengan segala kata-kata cinta yang menjadi andalanmu

Ku kira kau mendung
Yang semestinya rindumu bertangkupan dengan awan
Namun mengapa keabu-abuanmu tak ada didalam angan ?

Ku kira kau aku
Namun mengapa aku tiada kau ?

Ku kira..
Kau..
Itu cinta


Maros,21 Agustus 2015

Senin, 03 Agustus 2015

Titrasi Disosiasi




Juli tahun lalu,aku teringat pertemuan suatu perempuan. Bintang yang berkilau yang menggantung di langit biru. Dengan pita merah jambu yang senantiasa menemani kepalanya,Dia berjalan menyusuri labirin hingga membuatku terlena karena terpesona.Secuil alasanlah yang mempertemukan kita dalam suatu ruangan. Sedikit perkenalan dan kemudian kau jajal pertanyaan penuh mengapa. Terutama tentang kekosongan masing-masing, mungkin.

Aku terhimpit dalam nostalgia yang abadi. Secangkir kopi buatan malam  menggambarkan kita,aku pahitnya dan kau manisnya.Meneguknya hingga puas,dan kau sisakan ampas; tak berbekas.

Aku selalu ingin bersahabat dengan masa lalu,duduk berdua membahas ketidakrelaan yang tidak nyata yang mungkin paling nyata yang pernah aku nyatakan.

Hampir setahun kita saling membisu dalam keramaian,mengumpul ragu untuk saling menjauhi,dan bertegur harap dalam kesendirian. Di kepalaku wajahmu telah terukir dan menjadi prasasti,merusaknya hanya akan menghancurkan mimpi.Walau sebatas angan namun itu satu-satunya cara merangkulmu dari kejauhan.Sebab memilikimu aku takkan bisa.

Menenggelamkan rasa

Perih terasah

Hingga terkapar menahan sesak merata


Padahal aku ingin menjamahmu seperti langit malam. Bertaburan bintang di atasnya,tetap kaulah satu-satunya. Kisah kita tinggallah bualan. Kebohongan paling nyata untuk dikisahkan. Aku benar-benar ingin bersahabat dengan kenangan,seperti bubuk kopi yang tak sadar telah menyatu dengan air. Aroma yang menenangkan degub jantung akan amarah yang menggelora.

Bahagialah seisi harimu,kelak aku akan mendatangimu mengetuk pintu yang tertutup. Satu hal yang aku takutkan,bahwa kelak kau tahu siapa yang paling mencintaimu. Sayatan terkeji akan merobekmu,luka terperih akan membawamu dalam tangisan dan menyadarkanmu dari kenyataan yang tak terelakkan.

Terima kasih atas hadirmu yang telah menyinari langit keemasan

Aku siap tertawa di atas penyesalan dari cinta yang telah mati.


Kamis, 02 Juli 2015

Empat Bait Tentangmu



Tiada yang lebih bijak melebihi rintikmu
Bahkan luka yang kau beri terlalu indah untuk disebut luka
Dan sakit yang kau beri terlalu manis untuk dianggap bisa
Sebab kau adalah alasan mengapa kepompong bisa menjadi kupu-kupu
Walau kadang kenanganmu memaksa air mata mengucur deras
Kau tetap merpati
Yang selalu kunanti

Kau adalah busa yang sempat menjadi buih
Memaksa logika hanyut dalam gelombang cinta
Hingga menjadikanku tunanetra

Kau..
Adalah pelangi yang menghiasi semesta dengan tawa
Kau adalah bendera yang layak diperjuangkan
Sampai di puncak Himalaya
Untuk dikibarkan dibawah tirai cahaya

Dan kau..
Adalah nama yang selalu aku bicarakan dengan Tuhan


2 Juli 2015

Senin, 08 Juni 2015

Kamis, 21 Mei 2015

Cerita Nuansa Putih





Embun Pagi begitu jelas
Mentari bersinar meniti harapan
Pikiran terasa hampa,kosong,tak terarah
Dalam sebuah cerita nuansa putih

Langit cerah menggores tawa
Menyatukan hitam putih sebuah nada
Terlintas sekilas sebuah nama
Siapakah itu ? Tentu saja si Dia

Kembali bersua dalam suasana merdu
Walau lelah,penat tak henti tuk beradu
Lelah tuk sebuah asa yang baru
Melukis cerita dan merekatkan bahu

Sebuah cerita miris namun manis
Yang takkan hilang hingga lusa nanti
Meskipun tuhan berkata lain
Kau akan tertanam dalam memori



21 Mei 2015

Selasa, 19 Mei 2015

Untukmu



Untukmu masa laluku...
Kan kuhapus semua debu-debu usang
Yang kini menyelimuti seisi hati ini
Kan kusiapkan sebuah singgasana
Untuk seorang permaisuri

Untukmu pelangiku...
Pelangi yang pernah hadir dikala hujan reda
Yang selalu melukiskan kepedihan
Dengan beribu keindahan

Untukmu gadis yang pernah ada dalam setiap karyaku...
Yang pernah ada dalam doaku dikala malam menghampiri
Tak mampu ku meratapi perasaan
Yang berpindah tanpa melodi
Deras menuju hati,
Yang jelas-jelas bukan diri ini
Sejauh mungkin aku ingin pergi
Namun bayangmu selalu ada mengikuti

Untukmu masa depanku...
Telah kusiapkan untukmu singgasana
Izinkan aku meresmikanmu dalam harmoni
Siapkanlah rona matamu
Sebab disisiku kau akan melupakan air mata
Kan kujaga senyummu selalu terjaga
Akan kukoleksi setiap tangis,sedih,dan tawamu
Agar tak mati lesung pipimu

Untukmu bintangku...
Janganlah merasa hampa
Sebab dalam segala ketiadaan
Selalu terucap namamu

Untukmu Tuhanku...
Tolong jaga dia
Disaat pandanganku tak dapat meraihnya




Muh. Fadhlil Khalik
Maros, 19 Mei 2015
Di bawah langit senja


Selasa, 28 April 2015

Bunga Diujung Senja




Ku berdiri dibawah bayangan senja
Menatap cakrawala berbalut cahaya jingga
Berlumurkan darah kerinduan yang membara
Melihat bunga nan megah laksana permata

Wahai bunga diujung senja
Seorang pujangga berharap akan dikau
Berharap akan kelopakmu yang merona
Tapi hancurlah angan itu
Terbawa deraian ombak di laut banda

Wahai bunga bertudung jingga
Kini kuberjalan tertatih letih
Hanya waktu yang mampu membawamu kedekapanku
Biarlah angan ini menjadi kisah manis dalam balutan cahaya senja     





  "Senja...hanya menyajikan rona derita membiaskan warna tanpa cerita."

Muh.Fadhlil Khalik
Maros, 28 April 2015

Author

Foto saya
Tangerang Selatan, Indonesia

Copyright © Perjalanan Rasa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com