Inilah sebuah perjalanan, nikmatilah semuanya. Jatuhlah dan sambutlah semua rasa

Jumat, 03 Februari 2023

Untuk kamu dan aku,

Untuk kamu dan aku,       

         Jiwa-jiwa yang kakinya masih terus melangkah, yang tangan-tangannya masih tetap menengadah, serta hati-hatinya masih selalu melangitkan harap baik tanpa lelah.

Apa kabar, kamu?

        Apa kabar kakimu yang tetap tegap berdiri tegap-tegap di tengah gelap yang menyekap? Apa kabar bahu yang tetap jadi pilar-pilar kuat? Apa kabar hatimu yang tetap lapang, meski satu dua sudutnya tersayat? Apa kabar kamu, yang betah untai senyum, ditengah hari-hari yang kadang kala jahat?

        Semoga, kamu sedang disapa bahagia. Semoga, kamu akan disapa bahaga. Semoga, semoga, kamu selalu disapa segala bentuk bahagia–meski dalam wujud paling sederhana, meski dalam lebam-runtuhnya dunia.

        Semoga, semoga, kamu sedang, akan, dan selalu dikuatkan. Meski di tengah sedu sedan tiap malam. Meski dengan tangisan dalam doa diam-diam.

            Serta, meski diantara buru-burunya dunia yang hanya mau lihat senyummu.

Terima kasih, ya?

        Terima kasih karena belum memutuskan untuk berhenti, sejauh apapun yang sudah dilewati sampai hari ini, serta seberat apapun sesak-sesak tak kasat yang bebani diri. Terima kasih karena sudah selalu berteman baik dengan segala luka, gagal, sakit, hancur, rusak, duka, dan air mata. Terima kasih karena sudah dekap setiap keluh dengan utuh, alih-alih menguburnya jauh. Terima kasih karena sudah jadikan mereka teman melangkah, juga karena sudah beri peluk hangat buat diri dalam tiap arah langkah.

Kini, berbesar hatilah.

            Kala arah rasanya kabur, pula ketika mimpi bak akan lebur, kita masih manusia dengan banyak asa untuk ditabur. Sepanjang masih beralur napas yang terhela, sepanjang tiap raga masih punya debur berirama, kita masih manusia. Yang sedihnya bisa pergi, yang runtuhnya bisa bangkit lagi. Yang tiap susah senangnya layak dihargai, yang terbit tenggelamnya layak punya esok hari. Yang layak diberi rangkul penuh kasih, juga yang seisinya layak disayangi. Maka jadilah tenang, jadilah seutuhnya. Jadi hiduplah, berbesar hatilah.

Dengan sepenuh hati,

Untuk setiap hari,

Dil.  

Author

Foto saya
Tangerang Selatan, Indonesia

Copyright © Perjalanan Rasa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com