Inilah sebuah perjalanan, nikmatilah semuanya. Jatuhlah dan sambutlah semua rasa

Senin, 06 April 2020

Matehatika, Matematika Perasaan

Tahukah kamu bahwa perasaan tidaklah sesederhana penjumlahan satu ditambah satu sama dengan dua?. Ia selalu memiliki variabel bebas yang mempengaruhi setiap perhitungannya. Tapi apakah perasaan bisa dihitung?. Seperti ketika sebuah bilangan asli ketika dibagi dengan nol hasilnya akan tak terdefinisikan. Begitupun perasaan, ia harus dibagi dengan sesuatu yang ada untuk bisa mendefinisikan wujudnya. Sangat mudah, tapi kali ini yang dibagi bukan angka.
Pernahkah kamu berfikir bahwa kita cukup egois untuk menyimpan perasaan sendiri, menikmatinya dan tidak pernah berbagi, sehingga tidak pernah diutarakan. Egoiskah seseorang yang hanya mencintai dalam hati?. Mungkin saja hanya karna waktu yang belum memberikan kesempatan, atau juga begitu banyak perhitungan. Ya cinta harus dihitung seperti matematika, juga harus dipertimbangkan. Pernahkah mencintai seseorang yang bukan hak kita untuk mencintainya, seperti tak bisa memiliki?. Mungkin rasanya seperti perih yang menjalar ke urat nadi lalu memecahkan kantung darah yang ada. Mungkin sebab itulah cinta harus dihitung, cinta bukanlah perasaan yang hadir tanpa alasan, juga bukan surga yang menjanjikan kebahagian abadi, cinta  itu sebuah perjanjian, bagaimana menghitung perjanjian tersebut dalam dimensi waktu yang lama?. Mampukah hati kita menampung beban perasaan cinta yang berat itu? lalu menjadikannya ringan seketika. Cinta juga bukanlah sekadar perasaan yang tidak mudah diperhitungkan, cinta adalah tanggung jawab. Tanggung jawab memperhitungkan sanggupkah kita membahagiakannya? dengan apa? bagaimana? seperti apa?, semua ada caranya, meskipun setiap cara pasti berbeda, pun begitu dengan hasil yang didapatkan.
Dimanakah posisi ketulusan? Ia akan hadir setelah semua perhitungan terselesaikan, Ketika semua telah terperjuangkan, menjadikannya mapan untuk menopang, dan kokoh untuk ditinggali. Bukan sekadar gubuk tapi rumah yang indah. Begitulah cinta bekerja. Ia akan membawamu masuk ke sebuah rumah, dimana kamu bisa menutupnya dari dalam, memberinya pagar, menghias dindingnya, dan meneranginya dengan doa yang dilangitkan.

Begitulah aku mencintaimu, ku jaga dengan keyakinan, ku rawat dengan doa.




Author

Foto saya
Tangerang Selatan, Indonesia

Copyright © Perjalanan Rasa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com