Inilah sebuah perjalanan, nikmatilah semuanya. Jatuhlah dan sambutlah semua rasa

Minggu, 01 November 2020

Matamu Yang Sepi

Aku tak mengenalmu persis, Ya aku tak mengenalmu. Tetapi pada satu linimasa waktu telah mempertemukan kita dan kita berpandangan disana. Jujur saja ada perasaan dahsyat yang entah apa namanya. Saling menabrak-nabrak dihati dan pikiranku.

Sejujurnya aku tak pernah sebahagia ini memandangi seseorang, tak pernah sebetah ini. Aku ingin teriak tapi kau didepanku, aku ingin bilang tapi aku malu. Kau melihatku ketika itu, menenggelamkanku dalam matamu. Tak pernah aku merasa seperti ini.

Aku masih mengingat semuanya; mulutmu bicara, matamu bicara. Aku hanyut dalam semuanya, tenggelam dalam kata-katamu. Tentu saja.

Segala yang ada pada dirimu, bagiku, mengalir menikam hatiku, begitu saja. Begitu lembut, begitu lurus.

Sebuah pertemuan memang tak pernah direncanakan sebelumnya. Setelah itu aku selalu merapalkan doa-doa agar jalur waktu mempertemukan kita lagi. Aku ingin, lagi, melihat melihat mulutmu yang begitu indah mengalirkan kata. Aku ingin, lagi, melihat mata seorang perempuan bicara, Aku ingin, lagi, melihat tubuhmu bicara.

Aku ingin, lagi, lagi. Lagi

Jujur saja aku telah tenggelam dalam kata-katamu, tersesat dalam matamu

Kemana lagi harus kulacak jalan pulang ketika jiwa telah terpacak dimatamu?

Aku tak pernah tau. Aku tak pernah yakin

*

Kemudian kuputuskan merancang sebuah ruang tersendiri di hati. Ruang yang kukhususkan untuk pertemuan-pertemuan bersamamu, dan imaji yang kurangkai sendiri.

Aku bisa begitu lama disana, Menguncinya rapat-rapat agar tak ada seorang bisa masuk dan mengganggu pertemuan kita yang khusyuk. Aku hanya ingin mengulang klise itu, mengenang kata-kata dan matamu. Ah andai saja bisa kuakali waktu.


Senin, 06 April 2020

Matehatika, Matematika Perasaan

Tahukah kamu bahwa perasaan tidaklah sesederhana penjumlahan satu ditambah satu sama dengan dua?. Ia selalu memiliki variabel bebas yang mempengaruhi setiap perhitungannya. Tapi apakah perasaan bisa dihitung?. Seperti ketika sebuah bilangan asli ketika dibagi dengan nol hasilnya akan tak terdefinisikan. Begitupun perasaan, ia harus dibagi dengan sesuatu yang ada untuk bisa mendefinisikan wujudnya. Sangat mudah, tapi kali ini yang dibagi bukan angka.
Pernahkah kamu berfikir bahwa kita cukup egois untuk menyimpan perasaan sendiri, menikmatinya dan tidak pernah berbagi, sehingga tidak pernah diutarakan. Egoiskah seseorang yang hanya mencintai dalam hati?. Mungkin saja hanya karna waktu yang belum memberikan kesempatan, atau juga begitu banyak perhitungan. Ya cinta harus dihitung seperti matematika, juga harus dipertimbangkan. Pernahkah mencintai seseorang yang bukan hak kita untuk mencintainya, seperti tak bisa memiliki?. Mungkin rasanya seperti perih yang menjalar ke urat nadi lalu memecahkan kantung darah yang ada. Mungkin sebab itulah cinta harus dihitung, cinta bukanlah perasaan yang hadir tanpa alasan, juga bukan surga yang menjanjikan kebahagian abadi, cinta  itu sebuah perjanjian, bagaimana menghitung perjanjian tersebut dalam dimensi waktu yang lama?. Mampukah hati kita menampung beban perasaan cinta yang berat itu? lalu menjadikannya ringan seketika. Cinta juga bukanlah sekadar perasaan yang tidak mudah diperhitungkan, cinta adalah tanggung jawab. Tanggung jawab memperhitungkan sanggupkah kita membahagiakannya? dengan apa? bagaimana? seperti apa?, semua ada caranya, meskipun setiap cara pasti berbeda, pun begitu dengan hasil yang didapatkan.
Dimanakah posisi ketulusan? Ia akan hadir setelah semua perhitungan terselesaikan, Ketika semua telah terperjuangkan, menjadikannya mapan untuk menopang, dan kokoh untuk ditinggali. Bukan sekadar gubuk tapi rumah yang indah. Begitulah cinta bekerja. Ia akan membawamu masuk ke sebuah rumah, dimana kamu bisa menutupnya dari dalam, memberinya pagar, menghias dindingnya, dan meneranginya dengan doa yang dilangitkan.

Begitulah aku mencintaimu, ku jaga dengan keyakinan, ku rawat dengan doa.




Author

Foto saya
Tangerang Selatan, Indonesia

Copyright © Perjalanan Rasa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com