Inilah sebuah perjalanan, nikmatilah semuanya. Jatuhlah dan sambutlah semua rasa

Selasa, 19 Mei 2015

Untukmu



Untukmu masa laluku...
Kan kuhapus semua debu-debu usang
Yang kini menyelimuti seisi hati ini
Kan kusiapkan sebuah singgasana
Untuk seorang permaisuri

Untukmu pelangiku...
Pelangi yang pernah hadir dikala hujan reda
Yang selalu melukiskan kepedihan
Dengan beribu keindahan

Untukmu gadis yang pernah ada dalam setiap karyaku...
Yang pernah ada dalam doaku dikala malam menghampiri
Tak mampu ku meratapi perasaan
Yang berpindah tanpa melodi
Deras menuju hati,
Yang jelas-jelas bukan diri ini
Sejauh mungkin aku ingin pergi
Namun bayangmu selalu ada mengikuti

Untukmu masa depanku...
Telah kusiapkan untukmu singgasana
Izinkan aku meresmikanmu dalam harmoni
Siapkanlah rona matamu
Sebab disisiku kau akan melupakan air mata
Kan kujaga senyummu selalu terjaga
Akan kukoleksi setiap tangis,sedih,dan tawamu
Agar tak mati lesung pipimu

Untukmu bintangku...
Janganlah merasa hampa
Sebab dalam segala ketiadaan
Selalu terucap namamu

Untukmu Tuhanku...
Tolong jaga dia
Disaat pandanganku tak dapat meraihnya




Muh. Fadhlil Khalik
Maros, 19 Mei 2015
Di bawah langit senja


6 komentar:

  1. Wah, baru mulai ngeblog nih. Passionnya di sastra ternyata. Semangat ya bloggingnya, kalo perlu sampe bisa bikin buku! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut kamu bait yang hikmat di baca bait keberapa?

      Hapus
  2. wah pada bait terakhir sangat indah dan hikmat, terus gores pena mu hingga akhir hayat

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih gan..
      sering-seringlah datang kesini :v

      Hapus
  3. tenanglah akh. Jodoh terbaik tak akan lari darimu :V

    BalasHapus

Author

Foto saya
Tangerang Selatan, Indonesia

Copyright © Perjalanan Rasa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com