Untukmu masa laluku...
Kan
kuhapus semua debu-debu usang
Yang
kini menyelimuti seisi hati ini
Kan
kusiapkan sebuah singgasana
Untuk
seorang permaisuri
Untukmu
pelangiku...
Pelangi
yang pernah hadir dikala hujan reda
Yang
selalu melukiskan kepedihan
Dengan
beribu keindahan
Untukmu
gadis yang pernah ada dalam setiap karyaku...
Yang
pernah ada dalam doaku dikala malam menghampiri
Tak
mampu ku meratapi perasaan
Yang
berpindah tanpa melodi
Deras
menuju hati,
Yang
jelas-jelas bukan diri ini
Sejauh
mungkin aku ingin pergi
Namun
bayangmu selalu ada mengikuti
Untukmu
masa depanku...
Telah
kusiapkan untukmu singgasana
Izinkan
aku meresmikanmu dalam harmoni
Siapkanlah
rona matamu
Sebab
disisiku kau akan melupakan air mata
Kan
kujaga senyummu selalu terjaga
Akan
kukoleksi setiap tangis,sedih,dan tawamu
Agar
tak mati lesung pipimu
Untukmu bintangku...
Janganlah
merasa hampa
Sebab dalam segala ketiadaan
Selalu terucap namamu
Selalu terucap namamu
Untukmu
Tuhanku...
Tolong
jaga dia
Disaat
pandanganku tak dapat meraihnya
Muh. Fadhlil Khalik
Maros, 19 Mei 2015
Di bawah langit senja



Wah, baru mulai ngeblog nih. Passionnya di sastra ternyata. Semangat ya bloggingnya, kalo perlu sampe bisa bikin buku! :)
BalasHapusmenurut kamu bait yang hikmat di baca bait keberapa?
Hapuswah pada bait terakhir sangat indah dan hikmat, terus gores pena mu hingga akhir hayat
BalasHapusmakasih gan..
Hapussering-seringlah datang kesini :v
tenanglah akh. Jodoh terbaik tak akan lari darimu :V
BalasHapusmakasih sudah mampir kesini akhi..
Hapus