Inilah sebuah perjalanan, nikmatilah semuanya. Jatuhlah dan sambutlah semua rasa

Rabu, 16 September 2015

Ketika Bulan Tak Bernyanyi



Ketika bulan tak lagi bernyanyi
Kita jilati awan dimalam rindu
Bunga-bunga tertunduk lesu
Sebab cahayamu tertinggal malam kemarin
Sehabis senyummu mengecup kembali
Pada setiap buih di lepas pantai

Ketika bulan tak lagi bernyanyi
Mendadak aku ingin pulang
Sekedar untuk menjenguk malam musim gugur
dan bercerita
Tentang sepasang camar kehilangan sarang

Ketika bulan tak lagi bernyanyi
Biarkan angin berhembus
Memburu gelagak cinta
Hingga ia kembali memandangmu
Dari sebuah jendela di laut utara

Ketika bulan tak lagi bernyanyi
Masih ada bintang yang berpuisi



 Maros, 30 Agustus 2015

3 komentar:

  1. Keren mas pusinya, ketika bulan tak lagi bernyanyai masih ada bitang yang berpuisi, heheheheheh

    BalasHapus
  2. Ketika bulan tak lagi bernyanyi
    Mungkin dia lelah

    BalasHapus
  3. puisinya keren mas
    saya suka

    ini tentang sesorang yang berusah menghibr kekasihnya ya dilihat dari larik paling bwar. tapi juga berisi kerinduan kayaknya

    BalasHapus

Author

Foto saya
Tangerang Selatan, Indonesia

Copyright © Perjalanan Rasa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com